Sistem pendidikan di China mampu menghasilkan lulusan yang cerdas, disiplin dan berdaya saing. Jika dibandingkan dengan para pelajar dari negara lainnya, para siswa di Beijing, China menduduki peringkat teratas karena kemampuan membacanya yang lebih unggul. Hal ini karena tingkat literasi para pelajar di China mencapai hingga 99,4%.
Sistem pendidikan yang ditawarkan oleh Cina adalah pendidikan berbasis karakter kuat sehingga menjadikan para pelajarnya berprestasi dan unggul. Apalagi pemerintah China mempunyai perhatian khusus pada sektor pendidikan. Juga, kamu bisa menemukan ‘Ivy League’ di China.
Fakta Sistem Pendidikan Ala China
Tentu saja ada beberapa hal yang membedakan antara sistem pendidikan di Indonesia dan di Cina. Apabila kamu tertarik mempelajari hal tersebut lebih jauh, apalagi karena punya rencana pendidikan di China, maka pelajari terlebih dahulu beberapa fakta menarik berikut:
1. Pemanasan
Sebelum memulai pembelajaran, para murid akan diajak melakukan pemanasan terlebih dahulu dengan mengikuti guru olahraga sebagai instruktur. Kegiatan ini ditujukan supaya menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan semangat menjalani hari. Kemudian pada jam 2 siang, ada kegiatan pemanasan kedua yang justru diiringi musik.
2. Piket Sekolah
Di China, kegiatan piket atau bersih-bersih sekolah dilakukan secara bersama-sama. Seluruh murid berkumpul kemudian membersihkan seluruh area sekolah mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan jendela, dan bahkan membersihkan kamar mandi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan disiplin para pelajar melalui kebersihan juga kerja sama.
3. Waktu Belajarnya 8 Jam Lebih
Sistem pendidikan di Indonesia adalah seluruh sekolah memulai waktu pembelajaran selesai tidak lebih dari 8 jam. Hal tersebut berbeda dengan sistem pendidikan di Cina yang justru jam belajar bisa lebih panjang mulai dari pukul jam 8 pagi hingga pukul 4 sore.
Bahkan justru para pelajar SMA tidak langsung pulang setelah masa belajar dikelas selesai. Mereka akan melanjutkan belajar maupun mengerjakan tugas sekolah sampai jam 8 malam. Tingkat kompetensi yang tinggi membuat banyak orang tua sadar kemudian memilih mendaftarkan putra-putrinya ke lembaga privat. Bahkan China juga mempunyai kebijakan performa akademik bisa mempengaruhi peluang kamu masuk dalam perguruan tinggi terkemuka.
4. Belajar Mandiri
Berbeda dengan para pelajar di Indonesia, kebiasaan pelajar di China mempunyai sesi belajar mandiri. Misalnya saat pagi hingga sore hari, murid bisa belajar berbagai materi pelajaran dengan bantuan guru lalu akan berlanjut dengan belajar secara mandiri.
Tidak sedikit sekolah di China justru mewajibkan para murid agar mengambil sesi belajar mandiri tersebut di sekolah. Ada juga yang mempunyai kebijakan lebih longgar yaitu memperbolehkan pelajar melanjutkan proses belajarnya di rumah. Beberapa sekolah juga melaksanakan sesi belajar saat pagi hari.
5. Budaya Tidur Siang
Dengan sistem pendidikan di China yang menyediakan jam belajar panjang, para pelajar di China berikan waktu agar bisa merasakan tidur siang setelah makan siang dan sebelum pelajaran dimulai kembali. Bahkan tidak hanya di sekolah budaya ini juga telah dijalankan oleh beberapa perusahaan sehingga bisa meningkatkan produktivitas.
6. Ranking Setiap Hari
Sistem pendidikan di Indonesia adalah kamu akan memperoleh rangking per semester maupun per tahun ajaran akademik. Tetapi hal tersebut justru tidak terjadi di China karena seluruh pelajar akan melihat update ranking setiap hari. Tujuannya yaitu supaya bisa memotivasi para pelajar sehingga lebih semangat belajar dan meningkatkan daya saing.
Pemberian ranking tersebut diambil dari nilai dan keaktifan saat dikelas. Contohnya apabila kamu menjawab pertanyaan secara tepat maka akan memperoleh bintang. Apabila kamu terlalu sering ngobrol di kelas bersama teman di kelas jusru bintangnya akan berkurang.
Kemudian hasil rangkaian tersebut akan terus di informasikan pada papan informasi sekolah. Hal ini membantu para murid supaya mengetahui bagaimana pencapaian studi mereka.
Sekarang kamu sudah tahu seperti apa sistem pendidikan yang ada di Negara tirai bambu tersebut. Kamu bisa menjadikan informasi ini sebagai motivasi supaya bisa melanjutkan studi ke China. Kemampuan belajar bahasa selama sekolah di sana pun bisa kamu manfaatkan untuk kebutuhan karir.