Mungkin, saat duduk di bangku sekolah, kamu pernah mempelajari apa saja fungsi tanda koma. Dalam penulisan, ada begitu banyak tanda baca yang harus kamu gunakan, termasuk tanda titik, koma, tanda kurung, garis miring, dan sebagainya.
Masing-masing tanda baca pasti punya fungsi berbeda-beda. Dari semua tanda baca tersebut, kali ini kamu bisa mempelajari lebih jelas tentang penggunaan tanda koma.
Penggunaan Tanda Baca Koma Lengkap Contoh Kalimat
Koma merupakan tanda baca yang sering muncul pada penulisan kalimat. Tanda koma bisa kamu gunakan untuk memberi tanda jeda kalimat. Membaca tanda koma yaitu dengan cara berhenti sebentar, selanjutnya kamu bisa mengambil nafas dan meneruskan bacaan pada kalimat berikutnya.
Apabila kamu belum memahami fungsi tanda koma dapat mengurangi pemahaman terhadap makna kalimat. Menurut Wikipedia, berikut adalah macam-macam fungsi koma:
- Gunakan tanda koma di antara berbagai unsur dalam suatu pembilangan atau pemerincian
- Tanda koma dapat kamu pakai guna memisahkan kalimat majemuk setara dengan kalimat berikutnya, yang diawali dengan kata seperti, melainkan, dan tetapi. Berikut adalah contohnya: Saya mengambil jurusan Matematika, tetapi sedang cuti.
- Tanda koma digunakan untuk pemisah anak kalimat atau klausa terikat dari adanya klausa utama atau induk kalimat jika anak kalimat tersebut mengawali induk kalimatnya. Berikut contohnya: Kalau masih ada jam kuliah, saya tidak bisa datang.
- Tanda koma tidak digunakan sebagai pemisah anak kalimat dari induk kalimat, jika anak kalimat menyertai induk kalimat. Berikut adalah contohnya: Saya tidak bisa datang kalau masih ada jam kuliah.
- Tanda koma harus kamu gunakan pada bagian belakang kata ataupun penghubung kalimat pada awal kalimat, seperti contoh “oleh karena itu,…”, “Jadi,…”, “Lagi pula,...”. Perhatikan contoh berikut: Oleh karena itu, kamu harus melihatku bertanding.
- Fungsi tanda koma bisa kamu gunakan pada belakang kata-kata seperti berikut: “Oo,..” “Ya,” “Wah,” yang mengawali kalimat. Berikut adalah contoh penggunaannya: O, begitu ya. Wah, luar biasa!
- Tanda koma bisa kamu pakai sebagai pemisah petikan langsung pada bagian lain kalimat, sebagaimana contoh berikut: Kata Paman, “Saya sangat gembira”.
- Tanda koma juga bisa kamu pakai di antara: Nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat juga tanggal, nama tempat juga wilayah, negeri secara berurutan sebagaimana contoh berikut: Semarang, 12 September 1984, Semarang, Indonesia.
- Tanda koma bisa kamu gunakan untuk memisahkan bagian nama yang harus dibalik terlebih dahulu susunannya pada penulisan daftar pustaka, sebagaimana contoh berikut: Susanto, Ahmad (2000).
- Tanda koma bisa kamu pakai pada berbagai bagian dalam catatan kaki, seperti contoh berikut: I. Suparno, Belajar Bahasa Indonesia (Semarang: UP Indonesia, 2000), hlm. 32.
- Tanda koma bisa kamu pakai diantara nama orang maupun gelar akademik yang mengikutinya. Fungsinya membedakan singkatan nama diri, marga, dan juga keluarga sebagaimana contoh berikut: Ahmad Susanto, S.Pd.
- Tanda koma bisa kamu pakai untuk keterangan tambahan dengan sifat tidak membatasi sebagaimana berikut: Pengurus produk ini, Ahmad Susanto, sangat cerdas.
- Tanda koma juga dapat kamu gunakan apabila ingin menghindari salah baca pada belakang keterangan yang ada pada awal kalimat, sebagaimana contoh berikut: Dalam mempersiapkan tes, kamu perlu sikap bersungguh-sungguh. Kemudian, kamu bisa membandingkan dengan contoh berikut: Kamu perlu sikap bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan tes.
- Tanda koma tidak digunakan untuk memisahkan petikan alngsung pada bagian lain yang menyertainya dalam kalimat apabila petikan langsung tersebut diakhiri tanda tanya ataupun tanda seru, sebagaimana contoh berikut: “Berapa yang harus dibayar Joanna?” tanya Ben.
Itulah penjabaran tentang fungsi tanda koma. Dengan informasi tersebut, semoga kamu lebih paham dan lebih mudah menggunakan tanda baca koma tanpa ada banyak kesalahan.